Berawal dari sebuah pertemanan… Awalnya aku ngerasa fun dengan status pertemanan itu. Karena memang saat itu kami sama-sama sedang butuh teman untuk berbagi cerita. Ya, dengan kata lain kita saling membutuhkan. Teleponan, SMSan sampai jalan bareng menurut aku itu merupakan hal yang biasa. Namun, lambat laun aku merasa ada yang berubah. Aku bingung mengapa perhatian dia pada ku terlalu berlebihan. Hingga membuat diriku salah mengambil sebuah kesimpulan. Dan membuat aku jatuh hati pada dirinya. Dan hingga pada akhirnya, dia merasa bahwa diriku yang bodoh ini jatuh hati pada dirinya. Dan pada hari yang tak ku duga. Dia berbincang dengan sahabat karib ku. Dari perbincangan itu sahabat ku pun mendapatkan satu informasi yang sangat membuatku terpukul.
Dan tepat pada hari Rabu. Entah mengapa saat hari itu perasaanku tidak begitu nyaman. Dan entah mengapa pula fikiran ku saat itu juga langsung tertuju pada sahabat ku. Dan saat itu pula aku memutuskan untuk menjemput dia disekolahnya. Demi hati ku, aku rela menantinya hingga sore. Dan saat dia keluar, kami pun memutuskan untuk pergi ke warnet. Tepat di waktu itu, dia menceritakan semua yang dia tau tentang perasaan cwo itu pada diriku. Dan saat itu pula hidupku terasa terhenti sejenak, karena aku baru mengetahui bahwa cwo itu hanya menggangap aku sebagai temannya saja. Namun, aku berfikir terlalu jauh… Rasa kecewa pun tak mampu ku bendung, aku pun menangis. Begitu bodohnya diriku, menggangap semua ini lebih. Namun, apa itu salah ku? Karena aku begini akibat perhatian yang dia berikan pada diriku. Sebenarnya, ini juga salah diriku sich….! Terlalu cepat mengambil sebuah kesimpulan!
Namun, untungnya masalah itu telah berlalu. Dan kini hubungan aku dengan dirinya mampu berjalan baik kembali. Ya, aku berharap kami bisa menjadi teman seperti sedia kalanya…. ^_^
Aku pun berharap… Aku tak sebodoh dulu lagi. Yang mampu mengambil sebuah keputusan dengan secepat itu… Maslah ini telah memberi aku sebuah pengalamn yang sangat berarti dalam hidup ku… ^_^





Kalau kata lagu,,,
..and then I go and spoil it all
by saying something stupid
like “I love you…”